Showing posts with label Lasagna. Show all posts
Showing posts with label Lasagna. Show all posts

Tuesday, January 8, 2008

LELUCON LASAGNA

Berikut ini adalah beberapa lelucon yang tidak disangka-sangka hadir ketika saya, mama, Lia, Teteh Risa, dan Mbak Atun membuat lasagna untuk merayakan ulang tahun saya yang ke-18।




Saat mengoseng daging cincang

Mama : Tun, mana pala (bumbu rempah), Ibu?

Saya : Ya ampun, Ma. Pala (kepala) Mama khan diatas leher, masa lupa.


Saat mencicipi saus daging plus tomat

Mama : Cobain deh, Ris. Udah pas belum?

Teteh Risa : Belom deh, Mbak. Masih berasa tomat banget.

Saya : Ya emang, pasti rasa tomat lah, Teh.. itu khan emang dibuat dari tomat. Klo mau rasa pepaya ganti aja sama pepaya. Jadi Saos Paya.


Saat mengaduk Saos daging dan tomat lagi

Mama : Mama jadi inget waktu bikin masakan buat korban bencana alam. Waktu banjir-banjir itu.

Mbak Atun : Ya enggalah lah, Bu.. Waktu itu khan wajannya lebih gede.

Teteh Risa : Masa korban bencana alam di masakin Lasagna..

Saya : Korban bencana alam tuh dimasakinnya bihun, oseng-oseng tempe, telor balado. Yang cepet dibikinnya.

Lia : Bisa aja lagi korban bencana alam di masakin Lasagna. Kalo korban bencana alam di Itali? Hayo gimana?

Saya : Pinter juga lo.



Kalau Kami sedang kumpul-kumpul begitu, lelucon-lelucon aneh suka muncul aja tiba-tiba. Hahahaha

Tuesday, December 18, 2007

Menu Menu Menu

Hari itu Mama membuat pesanan lasagna Tante gw. Ternyata saus daging tomatnya itu masih tersisa banyak. Dengan cerdiknya Mama merebus Fussili, maksudnya agar saus tersebut tidak terbuang sia-sia. Malamnya tante Saya datang membawakan Fettucini carbonara. Lengkap sudah Pastaday bagi saya.

Lain hari, Mama membuat bihun goreng. Enak sekali lho.. Saya makan cukup banyak, tapi masih bersisa banyak untuk besok. Pagi esok harinya, Mama jalan pagi di Pulomas, sepulangnya Ia membawa mie goreng dan kwetiau goreng tanpa tahu di rumah masih ada bihun goreng. Akhirnya saya makan dengan tiga macam jenis Mie itu. What a noodle day!

Dan satu lagi, Mama itu bisa saja menggoreng 4 macam ikan dalam satu hari. Pernah juga Ia membuat 3 macam olahan tempe dalam satu hari. Tempe mendoan, tempe goreng tanpa tepung dan oseng-oseng tempe cabe ijo.

Bayangkan!

Saya ingat sekali waktu kecil dalam seminggu menu makanan saya bisa saja tidak ganti-ganti. Tempe + sayur bayam + kerupuk udang. Tahu kenapa? Karena Mama mengira saya doyan bukan main dengan menu itu, saking lahapnya saya makan. Hahaha.

Jadi sebenarnya salah siapa ya?