Friday, April 11, 2008

Cara orang memanggil saya

Nama panjang saya Ratu Rizkitasari Saraswati. Orang-orang memanggil saya dengan banyak cara.


Ratu

Biasanya yang manggil kaya g\gini itu guru-guru di sekolah. Soalnya itu nama depan saya. Padahal itu bukan nama lho.. melainkan semacam raden2an gitu dari Banten, tempat asalnya si Papa. Adik saya juga nama depannya Ratu. Kalu adik laki-laki saya nama depannya Tubagus. Jdi gitu.. kalo perempuan Ratu, klo laki-laki Tubagus. Belakangan gara-gara duo Ratu, setiap ada yang baru baca nama saya akan berkata, "Ratu udah bubar ya?"

Saras

Ini nama buat kenalan dan biasanya orang itu bakal menyambungkannya dengan Saras 008. Dasar fenomena tahun 99 yang bikin nama bagus saya jadi rusak karena ditambahkan 008 dan diidentikkan dengan superhero wanita agak nanggung yang lawanya semacam monster hijau aneh. Kadang-kadang kesel juga, kalau kenalan pasti saja orang itu mengira nama saya SARAH. Nah jadi si 008 itu ada gunanya juga. Saya jadi menambahkan seperti ini, "Bukan Sarah, tapi Saras.. Itu loh yang 008"

Tapi ada satu lagi masalah, teman-teman saya yang notabene memanggil saya Sartom (Saras Tompel) akan mengejek saya apabila saya mengenalkan diri sebagai Saras, katanya sok imut, " Udah Sartom aja.. Saras kebagusan.."

Nah..tapi kalo ada orang yang udah tau kalo nama panggilan saya sekarang Sartom, namun dia tetapi memanggil saya Saras, saya merasa sangat tersanjung. Itu berarti dia bermaksud sopan. Ya iyalah..

Sartom

Yiiihaaa.. Saras Tompel. Mulai dipanggil kayak ginin semenjak SMP.. itu gara2 ada 2 orang bernama Saras di kelas saya. Jadi, saya mengalah jadi Sartom. Pertama-tama bete banget, tapi sekarang enggak. Sekarang orang paling Cuma memanggil saya TOOOMM. Kadang-kadang sering ngerasa aneh juga sih. Kalo mesti mengenalkan diri sebagai Sartom, soalna orang itu akan nanya balik ke kita seperti ini: Apa? Kok Sartom? Dan saya berkewajiban menjawab seperti ini: Iya.. nama gw sebenernya Saras.. Tom-nya Tompel.. hehe.

Oiyaa. Someday, saya mau buka toko semacam IKEA yang namanya TOMPEL'S loooohh. Asik khan?

Tompa, Tompila, Tompang, Tompesh, Tomtom, Tompimpa.

Nah, kalo yang udah manggil saya kayak gini pasti udah deket banget sama saya. Yang manggill kayak gini tuh palingan Cuma temen-temen SMP saya dan teman sebangku saya, Nurin. Makin aneh makin asoy.. Sahabat saya Arimbi memanggil saya, Tompila Tompali.

8 Fakta tentang Saya

1. Saya takut badut. Apapun jenisnya.

2. Udah 2 kali ke sekolah gak mandi. Yang pertama karena keasikan belajar, karena malemnya ketiduran. Yang kedua kali karena lagi gak enak badan.

3. Saya tidak suka memegang uang receh. Lebih baik uang receh itu dibelikan aqua ato coki2. Saya jijik sama uang koin dan benar-benar menghindari kontak langsung dengan uang koin.

4. Saya percaya kalau semua perbuatan yang kita lakukan ke orang lain, entah baik atau buruk, pasti dibalas oleh Tuhan.

5. Saya tidak bisa minum kopi, pasti langsung sakit perut. Nah.. kalo ditambahin susu (kopi susu) saya malah langsung tidur. Aneh khan.

6. Saya benci es krim rasa strawberry karena rasanya benar-benar artificial.huek.

7. Waktu kecil ada suatu masa di mana saya takut boneka karena ada sebuah doktrin dari teman yang bilang bahwa boneka bisa hidup kalau malam dan mereka mencoba untuk mengambil alih dunia

8. Saya tidak pernah menonton film Titanic secara full walaupun sudah diputar berpuluh-puluh kali di tipi.

Thursday, March 20, 2008

QUE SERA SERA

Lagu ini jadi sering kita dengar belakangan gara2 iklan semen.
Tapi sebenernya lagu ini udah mewarnai hidup gw dari kecil bahkan sampai sekarang (di inten suka diputerin lagu ini!)
Que Sera Sera
When I was just a little girl
I asked my mother, what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here's what she said to me.

Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.

When I was young, I fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows, day after day
Here's what my sweetheart said.

Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.

Now I have children of my own
They ask their mother, what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly.

Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
Lagu ini selalu mengingatkan gw sama nenek gw yang sangat amat gw sayangi.
Ini lagu kesukaan beliau kalau lagi karaokean.
"Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be."
Waktu kecil gw sering menanyakan hal seperti pada lirik lagu diatas. "Eyang, kalo aku udah gede aku nanti jadi apa ya..?".
Eyang paling Cuma tersenyum, "emang kamu maunya gimana?"
Yang jelas gw bener2 pengen ngebahagiain Beliau. Mungkin dia gak bisa melihat apa yang terjadi di dunia yang udah di tinggalin. Tapi, gw pengen membuat dia bangga sama gw. Yah.. tentunya dengan cara… masuk ke PTN yang ok.
Suatu hari gw terbangun di tengah malam. Hari itu gw lagi down banget. Gw mimpiin beliau. Terus tiba-tiba lagu itu terngiang di kuping gw. Ajaib. Mungkin Beliau mau menyemangati gw..
Que Sera, Sera
What will be, will be..
Emang bener kata2 itu. Tapi kita juga harus usaha untuk dapetin yang kita mau. Dan gw mau berusaha untuk Nenek gw.

PUISI Lagi

Entah kenapa, gw sama temen sebangku gw kena sindrom 'AYO KITA BIKIN PUISI SEBANYAK-BANYAKNYA'

Kadang2 dy malah suka bikin backsoundnya dengan gitar. Yaahhh.. cukup asik juga..

Kadang-kadang dy suka bikin sebait. Terus gw terusin. Haha. Aneh ya kami.

Ini ada beberapa sajak puisi yang gw buat.



Mengingat saat itu

Saat pelangi berubah kelabu

Ketika kilau berubah jadi debu

Setelah tetes terakhir isak jadi kelu

Dan aku berubah jadi aku yang membenci kebencian sebenci kebencian yang membenci diriku sendiri

Kau adalah noda dalam hidupku

Noda itu kini makin menjadi

Noda itu menjalar di relung tempat aku menyimpan setitik iba

Noda itu kini menguasai jiwa

Dan aku tetap kelu dalam kekuasaan noda



Gemerisik nan berisik

Gemerutuk gigi mengutuk

Gemerlap ketika terlelap

Gempita saat menderita

Gelagat tak tahu apa yang dibuat

Gemilang yang hilang

Gemuruh yang luruh



Waktu

Terdengar seperti belati

Yang lain

Terlihat bagai musuh

Aku

Berteriak di lorong

Lorong

Menggemakan teriakku

Benak

Oh, betapa nistanya aku



Terhimpit

Kelumit

Sempit

Ungkit

Sakit

Sunday, February 3, 2008

Puisi

Tugas Puisi Bahasa Indonesia

Nama : Ratu Rizkitasari Saraswati

Kelas : XII IPA 4

Puisi "Aku ingin"

Aku ingin merah semangka
Semburat di pipinya
Aku ingin hitam eboni
Kilau di rambutnya
Dia putri salju!
Kulitnya seputih salju yang kau injak hari ini
Indah tapi rapuh
Salju menjerit ketika kau injak
Seperti juga aku

Puisi Majas

Senyum adikku merekah seperti paying mejikuhibiniu
Tawa ayahku menggelegar seperti bom WTC
Tangis ibuku bak lukanya ditaburi garam
Senang, susah, sedih, runyam yang kami rasakan rasanya seperi makan permen di atas asinan Betawi

Puisi Bunyi

Tik, tik, tik, bunyi rintik hujan di depan kamarku
Tuk, tuk, tuk, suara air hujan yang jatuh ke atas batu
Tek, tek, tek, pertanda mie tek-tek langgananku tetap berjualan walau hujan menerjang
Tidak, tidak, tidak, begitu suara dikepalaku menolakan kehadirannya
Tokek.. tokek.. Dasar suara tokek sialan!
Menghamburkan perenungan dalam kesendirianku

Puisi Alam

Desiran ombak menderu di telingaku
Awan itu kini menghitam, tak lagi jadi sahabatku
Matahari sembunyi bersekongkol dengannya
Hanya burung walet yang temaniku di kala hiruk-pikuk ini
Ini badai, kawan!

Puisi Mimpi

Aku bermimpi bertemu nenekku lagi
Lama berselang setelah Tuhan merengkuhnya tepat disisi-Nya
Tempat itu bergelimang cahaya surgawi
Ia tersenyum seperti biasanya, hangat dan lembut
Pipinya semburat merah, tak seperti kali terakhirnya yang membiru
Ter, tes, tes, tak tersadar air mataku kembali menggenang
Seperti ketika kali terakhir itu, kali ia berada di dekapanku
Dingin dan kaku


Puisi Fantasi

Nenekku lapar hari itu
Kubilang makan saja tempe goreng

Tempe goreng enak buatan koki istana
Istana itu letaknya tepat di dapur Kami

Ada sekat di antaranya
Sekat itu berupa manusia yang bergelimpangan



Puisi Bebas

Dandelion itu

Ketika bunga dandelion itu begitu tua dan rapuh
Jangan kau sedih karena itu!
Dandelion itu akan terbangkan sendiri benih-benihnya
Masing-masing akan pergi ke segala penjuru bumi
Jangan kau tangisi kepergian mereka!
Karena saat itu kau seka matamu dari tangismu, tunas dandelion kecil menyembul dari tanah
Ketika itulah kau pungut satu tunas kecil yang berada tepat di bawah kakimu
Lalu kau pindahkan tunas hijau itu ke halamanmu
Tanpa kau sadari, ia akan jadi saksi perjalananmu
Tes, tes, tes setiap tangis yang menetes akan membuatnya tahu tentang ketegaran hatimu
Namun kini bunga dandelion itu sudah ringkih
Dan bersama dengan benih yang ia terbangkan akan terselip pelajaran tentang ketegaran

OBITUARI LAGI

SMA 68 kembali berduka. Telah kembali ke sisi-Nya Bapak Fransiskus Johanes D. Padmanaba, guru Agama Katolik.

Entah mengapa Saya merasa begitu sedih, padahal Saya bukanlah muridnya. Pak Padma yang saya tahu adalah orang yang baik. Sering tersenyum. Saya sering menyapanya, dan Beliau pasti menjawabnya sambil tersenyum. Beliau adalah orang yang berdedikasi tinggi, di umurnya yang telah mencapai kepala tujuh beliau masih tetap mengajar. Padahal orang lain seumur beliau pasti lebih memnilih untuk menghabiskan waktu di rumah dan menikmati masa tuanya.

Pak Padma yang saya tau adalah orang yang belakangan ini sering sekali melamun di depan balkon Laboratorium Kimia. Dan pada saat itu saya menyapa beliau. Siang Pak. Terakhir kali itu saya menyapa beliau ketika sedang terburu-buru, maka itu saya lupa bersalaman. Saya pikir, nanti juga ketemu lagi, salamannya entar aja. Dan ternyata itu tidak terjadi. Besok paginya Saya mendapati berita duka. Pak Padma meninggal karena asma. Dan seketika menangis. Menangis untuk orang baik itu. Orang yang belakangan suka melamun, entah apa yang dipikirkan. Mungkin Beliau sudah tahu waktunya akan datang.

Tuesday, January 8, 2008

LELUCON LASAGNA

Berikut ini adalah beberapa lelucon yang tidak disangka-sangka hadir ketika saya, mama, Lia, Teteh Risa, dan Mbak Atun membuat lasagna untuk merayakan ulang tahun saya yang ke-18।




Saat mengoseng daging cincang

Mama : Tun, mana pala (bumbu rempah), Ibu?

Saya : Ya ampun, Ma. Pala (kepala) Mama khan diatas leher, masa lupa.


Saat mencicipi saus daging plus tomat

Mama : Cobain deh, Ris. Udah pas belum?

Teteh Risa : Belom deh, Mbak. Masih berasa tomat banget.

Saya : Ya emang, pasti rasa tomat lah, Teh.. itu khan emang dibuat dari tomat. Klo mau rasa pepaya ganti aja sama pepaya. Jadi Saos Paya.


Saat mengaduk Saos daging dan tomat lagi

Mama : Mama jadi inget waktu bikin masakan buat korban bencana alam. Waktu banjir-banjir itu.

Mbak Atun : Ya enggalah lah, Bu.. Waktu itu khan wajannya lebih gede.

Teteh Risa : Masa korban bencana alam di masakin Lasagna..

Saya : Korban bencana alam tuh dimasakinnya bihun, oseng-oseng tempe, telor balado. Yang cepet dibikinnya.

Lia : Bisa aja lagi korban bencana alam di masakin Lasagna. Kalo korban bencana alam di Itali? Hayo gimana?

Saya : Pinter juga lo.



Kalau Kami sedang kumpul-kumpul begitu, lelucon-lelucon aneh suka muncul aja tiba-tiba. Hahahaha

Friday, January 4, 2008

Takut

Setiap orang memiliki ketakutannya masing-masing. Terkadang hal yang ditakuti itu bukanlah hal yang menyeramkan bagi orang lain. Kalau takut sama rampok, itu biasa. Kecuali kalau Anda adalah Superhero. Atau hansip, hehe.

Misalnya Saya, jujur, saya takut sama badut. Siapa yang bilang badut itu lucu? Badut-badut itu mukanya serem banget kali.. Apalagi kalau tuh badut menyeringai kearah kita. Selain takut sama badut saya juga takut sama, Ondel-ondel. Kenapa ondel-ondel? Karena ondel-ondel itu massive, mukanya serem, dan gerakannya itu loh. SUPERANEHBINMENYERAMKAN. Pernah waktu SD adik kelas saya yang rumahnya deket sama sekolah ( SD Al-Azhar Kemang Pratama) baru disunat. Nah, orang tuanya mengadakan pawai keliling naik delman plus iringan ondel-ondel untuk merayakan sunatan anaknya itu. Sumpah, waktu itu saya cuma bisa gemetaran, ga bisa lari. Dulu waktu kecil saya takut sama topeng monyet, sampai-sampai kalau topeng monyet lewat saya ngumpet di bawah kolong tempat tidur. Topeng monyet itu menyeramkan, monyetnya itu brutal, mana suka ada uler juga lagi. Serem khan..

Masih ada satu lagi yang bisa membuat saya takut yaitu orang suka pake topeng di lampu merah. Saya rasa mereka sengaja buat nakutin anak-anak kecil supaya orang tua mereka terpaksa mengeluarkan uang supaya tuh orang aneh pergi. Waktu kecil, kakek saya pernah beli topeng itu, maksudnya mau lucu-lucuan ngagetin saya. Walhasil, Saya nangis gak karuan sepanjang hari gara-gara ketakutan.

Beberapa tahun lalu sepupu saya merayakan ulang tahun di rumah kakek saya. Saya yang datang kesana tanpa prasangka buruk, malah disambut dengan badut. Karena shock saya hanya berdiam di kamar tante saya, sampai badut itu pergi. Padahal badutnya badut Teletubies loh.. tapi tetep aja serem.

Badut Dufan yang bentuknya siamang itu juga membuat saya takut. Waktu kecil Om saya bermaksud membuat saya senang dengan membawa saya ke badut untuk salaman, yang ada malas saya nangis kejer-kejer. Waktu perpisahan SMP saya ke Dufan bersama teman-teman 3A. Ceritanya saya dan Sophie hendak mencari musholla untuk sholat. " Nanya siapa, ya , Soph?", kata saya. Eh si Sophie ngeloyor ke arah badut. Ngapain tuh anak!. Gak taunya si Sophie nanya sama mas-mas badutnya dimana letak musholla. Gw baru saja sadar, badut itu isinya manusia, Saras.

Tapi fakta itu tidak mengubah apapun, sampai sekarang saya masih takut sama badut.

Lain dengan adik saya Lia. Dia itu paling takut sama cicak dan tikus. Kalau liat salah satu dari binatang itu malam-malam dia bisa teriak histeris. Kaya habis ngeliat setan.

"MBAK SARAS, ITU!!!", kata si Lia sambil menatap ke suatu arah dg muka parno.

"APAAN??", saya ketakutan karena mengira ada hantu.

" ITU ADA CICAK GEDE BANGET", kata si Lia makin heboh

" Yaelah, cicak doang. Entar juga pergi", jawab saya kembali santai.

Kalau Tante saya lain lagi, dia takut sama bunyi flush di toilet rumah sakit yang bunyinya nggiiiiiinnnggggg panjang itu. Katanya bunyinya horror. Beda dengan Ibu saya yang takut ketinggian. Sampai-sampai kalau Kami sekeluarga menginap di hotel, dia selalu minta ditempatkan di kamar yang berada di lantai rendah. Katanya takut kalau ada gempa bumi atau kebakaran kita gak bisa keluar.

Memang sih, sepertinya lucu banget takut sama hal-hal sepele. Tapi seperti saya katakan di awal, setiap orang memiliki ketakutan yang berbeda-beda. Dan kita harus hargain itu. Mungkin Anda takut dengan penagih utang? Hehe..

Saya pernah baca buku cerita yang salah satu tokohnya takut sama makelar.

Tuesday, January 1, 2008

Euphoria Makanan

Burger King layaknya bintang baru di jagat Jakarta ini. Yah seperti masa-masa Bread talk dan J.co. Orang-orang rela mengantri hingga panjang antriannya itu bukan kepalang. Orang Indonesia emang tabiatnya begitu. Saya juga tidak menampiknya. Namun apakah faktor yang membuat makanan-makanan tersebut begitu laku di pasaran? Jawabannya adalah INOVASI. Diketik dengan huruf kapital supaya lebih dramatis.

Mari kita ulas satu persatu.

Bread talk. Kenapa kita suka bread talk? Karena kita sudah bosan makan sari roti yang isinya tidak pernah berubah dari saya SD. Paling isinya coklat, mocca, keju, srikaya. Makanya ketika Bread talk muncul dengan roti yang isinya semacam mayonnaise dan ditaburi abon, kita semua langsung beralih kepadanya. Hey, Bagaimana kalau kita mulai memasarkan roti isi dendeng balado? Siapa tahu laku.

Dan ada satu lagi yan membuat Bread talk laku. Merk dagangnya menjual. Bread talk=Roti berbicara, sukses membuat kita semua penasaran. Seperti apa sih roti yang bisa berbicara. Mungkin seperti ini, "Hai, nama saya Robon Roti Abon. Apakah kamu suka rambut saya yang baru di highlight coklat? Rasanya seperti daging sapi loo". Jelas saja merk dagang seperti Sari Roti akan kalah pamor. Karena tidak membuat penasaran calon pembeli, namanya saja langsung disebutkan. Hehe.

J.co. J.co jelas bisa mengungguli Dunkin. Karena mereka membuat inovasi menghilangkan bau amis di donat dunkin yang biasa kita makan. Belum lagi toppingnya bermacam-macam. Tidak hanya taburan meses warna-warni yang kita biasanya kita temukan. Selain itu kita juga bisa mengintip dapur pembuatan J.co. Jadi kita bisa tahu apakah pembuatan donat itu higienis atau tidak. Dimasukin ikan asin atau tidak. Ya jelas enggalahh.. khan ga amis. Dan yang paling penting (engga juga sih), ada kata kerja yang bisa menjelaskan kalau kita sedang makan J.CO donat. JCOING (nyeko). Coba bayangkan kalau dunkin donat. Jadi DUNKINING (ngedankin). Ga enak khan? Atau country donat. Jadi COUNTRYING (ngauntri). Nanti kita malah disangka penggemar musik country seperti Om Tantowi lagi.

Dan yang paling mutakhir adalah Burger King. Sebenarnya burger ini sudah ada dari jaman nyokap kita masih gaul. Tapi tidak begitu laku katanya…

Burger King dagingnya lebih tebal. Pastinya.. Burger king ada variasi saosnya. Bisa black pepper, mushroom, atau teriyaki. Jelas lebih ciamik dibandingkan cheeseburger yang udah kita hapal banget isinya. Sebenarnya saya suka Mc D. Harganya lebih enak di kantong dibandingkan Burger King. Tapi siapa yang tahan dengan dekorasi nuansa merah, kuning, putih itu? Sudah tidak relevan lagi sekorasi macam itu. Coba bandingkan dengan dekorasi Burger King yang bernuasansa kecoklatan, rasanya pasti lebih nyaman. Sedikit saran untuk Ronald : Ronald, kamu butuh fashion stylish baru.

Tapi yang saya suka dengan keramahan dan rasa pengertiannya Mc D yang membiarkan saya nongkrong disana selama 1 jam untuk menunggu teman-teman saya, dengan hanya bermodal sundaes. Kalau kata temen saya, Nana, untung lo ga diusir, Tom!

Walupun alasan panjang telah dipaparkan, kita tetap tidak bisa menampik sebenarnya kita udik kalau ada makanan baru. Hehe.

Fungsi Internet Bagi Ibu Saya

Semua orang tahu fungsi internet, untuk mencari informasi, cari teman, cari pasangan (ada looh saudaranya temen saya mendapatkan istri lewat chatting),dll. Tapi apakah fungsi internet bagi ibu rumah tangga? Kalau kita jelas, untuk cari tugas, untuk buka friendster, untuk buka youtube, dan seabreg hal lainnya.

Fungsi internet bagi ibu saya adalah untuk mencari buku, resep dan kebenaran rumor-rumor yang berkembang.

Contohnya:

" Teteh, tolong cariin Mama resep Tiramisu dong॥"

" Teteh, tolong cariin resep pindang dong.. "

" Teteh, tolong cariin buku embroidery yang mereknya Ondori, dong.. "

Setelah dapat resepnya dan bahan-bahan untuk membuat masakan sudah terkumpul, permintaan akan berubah.

Contohnya:

" Teteh, tadi mama baru beli gelatin buat bikin kue, tapi ga ada tulisan halalnya. Cariin dong di internet… gelatin merek itu halal ga."

" Teteh, tadi mama beli kecap jepang buat sushi, cariin dong di internet merk itu halal ga?"

Terkadang malah permintaan aneh muncul.

Contoh nya: " Teteh, tadi kata temen Mama J.co ga halal loh! Coba cari di internet!"

Padahal saya sudah meyakinkan kalau rumor itu bohong belaka. Paling cuma rumor kacangan yang disebarkan oleh merk kompetitor.

Untung saja ibu saya tidak meminta dicarikan Informasi Merk tahu apa saja yang mengandung borax, soalnya tahu sepeti itu khan tidak ada merknya.. hehe.

Tambahan: Kalau bagi adik saya yang paling kecil, Raihan , fungsi internet adalah untuk mencari cheat code PS.