Saturday, May 21, 2011

Persyaratan Berujung

coklat menggunung

derapan langkah memburu

kelibatan

pakaian yang belum disetrika karena baru kering dan harus pakai yang ini

tidak boleh yang lain

tidak boleh yang rendanya warna tosca

tidak boleh yang lipatannya berjumlah ganjil

tidak boleh yang kancingnya sekarat mau copot

Dan ia ternyata tidak di rumah

Sunday, April 10, 2011

Off With Your Head!

Kepala-kepala berbicara

Kepala satu

Kepala dua

Kepala seribu

Hanya kepala tanpa badan, tanpa raga.

Mau dipenggal tak ada juntrung

Baiknya ditiup sampai pecah seperti balon

DOR!

Wednesday, March 16, 2011

Dewasa

"But time makes bolder, children get older
I'm getting older too, well, I'm getting older too..."

Landslide by Dixie Chicks

Ya, sekarang kita sudah tidak berdiri untuk siapapun selain diri kita sendiri. Pakaian seragam itu telah berkali-kali berganti warna, hingga kini tak perlu dikenakan lagi. Kini kita telah berada di persimpangan jalan dan tak ada yang bisa membantu kita untuk memilih. Siapapun. Apapun.

Masa yang lalu telah saya lewati, banyak tangisan, banyak keringat. Namun sekarang itu rasanya bukan suatu masalah besar. Sepele sekali ya, Tuhan? Malu rasanya kala masa itu hanya memohon untuk bisa lolos dari perkara kecil pergaulan masa sekolah.

Dan kini kamu harus membangun sesuatu hal yang baru. Dengan tanggung jawab yang besar, atas namamu sendiri. Yang memalukan kau telan sendiri yang menyenangkan pula. Waktu ternyata telah berlalu begitu cepat seiring dengan tawa yang semakin sirna. Hidup bukan perkara hari ini, tapi juga besok, minggu depan, minggu nanti, bulan depan, bulan-bulanan, tahun- menahun dan mati. Entah dengan nama baik ataupun tidak.

Menjadi dewasa dengan banyak tanggung jawab, ya, semacam momok. Bisakah saya nanti menjadi seperti layaknya orang dewasa menangani hidupnya. Hidup. Kehidupan. Hidupnya?
Ketakutan itu harus dilewati seiring dengan ludah yang ditelan. Semakin banyak beban yang diemban, tetapi kakimu harus tetap melangkah. Banyak jiwa yang harus ditanggung, akankah dengan jalan yang ini? Saya membawa segenap bawaan saya ke arah ini? Kepercayaan itu selalu diberikan. Namun tidak ada kemungkinan berpaling, kan? Alamatnya ya disitu itu ya? Maka mesti lewat jalan yang ini? Atau tidak? Tidak tahu!

Banyak yang terjadi, banyak yang tidak terjadi, banyak yang dilakukan, banyak yang tidak dilakukan. Tapi yang terpenting adalah memaknai. Katakanlah kita manusia berkegiatan seumur hidup, lupa mati. Lupa kalau hidup itu perlu dimaknai. Hidup itu bukan untuk sendiri, mau bagaimanapun. Atas apa yang telah kami lakukan dan demi waktu yang telah terbuang. Disanalah saya akan memohon waktu untuk tidak kembali.

Tuesday, March 15, 2011

O Life

Yang mati tak lagi dirundung duka
Yang hidup tak tau mau apa

Tuhan tertawa diatas
Yang Maha Bijaksana

Thursday, March 3, 2011

Belajar Agamaku (series)


Belajar Agamaku (series)

#2 Shalatku Khusu

watercolor on paper

100 x 75 cm

2010-2011



Belajar Agamaku (series)

#5 Manasik Hajiku

watercolor on paper

100 x 75 cm

2010-2011

Saturday, February 26, 2011

The Ball Pool



I don’t want to finish it
Because I need this memory stays forever




watercolor in canson aquarelle paper

Monday, February 21, 2011

Monday, February 14, 2011

Kekuatan Super

Kala itu teman saya bertanya: Kalo mau punya kekuatan super, maunya kekuatan macem apaan?
Waktu itu saya jawab: Gak tau deh, kayaknya gw gak pengen punya kekuatan apa-apaan. Jadi manusia kayak gini juga udah cukup

Bertahun-tahun saya tidak mempunyai keinginan untuk memiliki sesuatu dengan benar-benar serius berkenaan dengan kebendaan, ipod, laptop, hp paling canggih saya tidak punya.

Tidak pernah minta hadiah ulang tahun.

Cuma sekarang saya ingin satu hal. Yang mungkin sulit dikabulkan oleh Tuhan sekalipun.

Saya ingin tidak ada penyakit yang mengganggu adik saya. Saya rasa itu sudah dikategorikan kekuatan super.

Bertahun-tahun saya mencoba melindunginya dari apapun yang ditakutinya. Entah pergaulan yang mengesalkan. Entah ketakutan-ketakutan lain di masa remajanya.
Tapi yang satu ini saya tidak bisa.

Mau bilang apa, yang merasakan bukan saya. Mau bilang sabar sampai suara hilang juga bukan berarti pelipur lara.

Tuesday, February 8, 2011

Lemon Tea Panas

Saya suka rasa lemon tea panas yang diminum di siang hari panas alakadarnya karena dispenser di rumah ini tidak menyediakan air dingin. Setidaknya ada rasa mint yang membantu. Kesannya jadi dingin.

Kesenangan semu itu bisa kita ciptakan sendiri bukan? Lagi pula ada banyak jalan menuju Roma. Sebenarnya bisa saja dengan sok cerdasnya saya mengemas air dalam plastik lalu membuat es batu. Tetapi rasanya begini lebih membantu. Lagi pula tak ada bahaya flu.

Itu namanya kompromi.
He he he

Wednesday, December 1, 2010

Dan Ia Berserulah

Hai
Ia berserulah, aku mau pergi ke gunung paling tinggi di dunia hingga aku bisa berteriak.

Ya Tuanku, aku akan mengikutimu, bahkan ke atas pohon di gunung yang paling tinggi itu untuk mengalahkanmu.

Hai
Ia berserulah, aku mau menyelam ke dasar laut paling dalam hingga aku bisa melihat koral yang paling indah sekalipun

Ya Tuanku, aku akan mengikutimu, bahkan ke palung terdalam di dasar laut paling dalam untuk mengalahkanmu.

Hai
Ia berserulah, aku mau ke ujung dunia yang paling jauh dan terisolasi hingga aku bisa berpikir dan merajai dengan puas.

Ya Tuanku, aku akan mengikutimu, bahkan ke gorong-gorong gua paling gelap yang ada di ujung dunia paling jauh dan terisolasi untuk mengalahkanmu.


Dan para hamba menyengsarakan diri mereka, karena Tuanku tahu bahwa....

Pada pohon yang paling tinggi di gunung tertinggi, dahannya rapuh dan akan menjatuhkan para hamba ke jurang

Pada palung yang terdalam pada laut paling dalam terdapat monster laut paling kejam lagi hina yang akan mencabik barang siapa yang memasukinya

Pada gorong-gorong gua paling gelap di ujung dunia paling jauh dan terisolasi, tidak ada jalan untuk kembali pulang

Maka itulah ia menyengaja.