Sunday, December 21, 2008

Here comes the sun

Akhirnya setelah beberapa saat berlarut dalam kesedihan yang tidak terlalu penting, saya merasa lagu the beatles yang satu itu menggambarkan perasaan saya sekarang.

Here comes the sun
Here comes the sun, and I say
It's alright

Little darling
It's been a long, cold, lonely winter
Little darling
It seems like years since it's been here

Here comes the sun
Here comes the sun, and I say
It's alright

Little darling
The smiles returning to the faces
Little darling
It seems like years since it's been here

Here comes the sun
Here comes the sun, and I say
It's alright

Sun, sun, sun, here it comes
Sun, sun, sun, here it comes
Sun, sun, sun, here it comes
Sun, sun, sun, here it comes
Sun, sun, sun, here it comes

Little darling
I see the ice is slowly melting
Little darling
It seems like years since it's been clear

Here comes the sun
Here comes the sun
It's alright

Here comes the sun
Here comes the sun
It's alright
It's alright


Terimakasih Tuhan. Saya bahagia lagi.
Semua berkat teman-teman. makasih ya teman-teman TPB. makasih juga ya Arimbi.
Sekarang saya sedang memikirkan rencana ke depan. Masalah prodi dan 'follow your passion'-nya Mas Rene Suhardono. Terimakasih untuk mengingatkan saya akan hal itu.

Hidup saya tidak sedangkal itu. Masalah percintaan itu, tidak akan membuat saya jadi lemah lagi. hueks. apa sih gw.

Sekarang saya lagi liburan di rumah.. Kangen juga sama rumah ini. Saksi bisu perjuangan saya 1 tahun yang lalu. Berlatih menggambar hingga larut malam. Belajar skolastik, menggumamkan bahasa-bahasa aneh. Berhitung krappling layaknya mesin hitung. Itu semua untuk mengejar yang saya inginkan. Masuk FSRD ITB.

Sekarang saya sudah jadi mahasiswi, di fakultas itu. Ternyata sulit. Bandung bukan lagi kota liburan bagi saya, malah jadi kota 'mengerjakan-tugas-nirmana-2d-sampe-tangan-saya-tremor'. Bikin tugas sampai lupa apa itu rasa lapar. Dan nilai saya juga belum tentu bagus. :(
Tapi sejauh ini saya senang.

Balik ke rumah, mengumpulkan energi lagi. Kangen banget rasanya sama adik-adik saya. Lia, sekarang kelas 3 SMA, lagi giat-giatnya belajar. Katanya dia pengen masuk Psikologi UI. Raihan, sekarang kelas 5 SD. Nilai-nilainya di sekolah gak begitu bagus, tapi dia jago bgt main yoyo. Bermacam-macam trik sudah dia kuasai. Tanpa sepengetahuan saya. Dan tanpa sepengetahuan saya lagi, Lia, suka chatting sama Gerry, temen saya waktu les di bintang merah. Saya tahu dari Gerry. Kata Gerry, adik saya itu suka curhat sama dia, pas gerry tanya,"Kenapa gak cerita sama mbak Saras aja? (saras nama panggilan saya di rumah)". Kata Lia, "Mbak Saras lagi banyak tugas, kak.. Gak bisa cerita sama dia.."

Saya jadi merasa bersalah. Kemana saja saya selama ini. Saya bukan lagi kakak mereka yang selalu ada kalau dibutuhkan. Beberapa minggu yang lalu, habis putus sama mantan saya itu. Libur Idul Adha. Saya pulang ke rumah dengan keadaan pathetic. Cuma diem aja dikamar. Lalu Raihan nyamperin saya ke kamar. Saya lagi bikin tugas (lagi-lagi) nirmana 2d. Dia tau saya sedih. Lalu dia memotong kertas dan membuat gambat untuk saya. Dia menggambar saya dengan muka ceria. Tulisannya: to sartom. Gak lama setelah itu Lia masuk ke kamar saya dan bilang, "Tadi aku mau kasih komen facebook, jerk boys goes to hell". Mereka bener-bener adik-adik yang sweet :). Saya jadi merasa makin bersalah.

Sekarang saya lagi di rumah. Janji deh bakal nemenin kalian seneng-seneng..

1 comment:

Ninda said...

ayo kita lanjutkan kehidupan kita yang ceria tom! :D